Tampilkan postingan dengan label Server. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Server. Tampilkan semua postingan

Konfigurasi CA dan HTTPS Debian Server

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQAPZSihUZnVHoJ7BoDPz3WMtvAhOZeu40UL-nfeFQlcap3cvVoUKloKGOdEFmQ0OexJvPuHihQjkZ_PMG1vgLKUN87LC45MGR1ZovT_1czerLLDbCOETwfai-vQdo1H-K3-cS7wG6bKk/s400/https.jpg 




Di tutorial ini akan mengajarkan bagaimana caranya web server yang kita buat dapat di akses melalui HTTPS, untuk itu kita memerlukan Sertifkat SSL yang sudah di validasi oleh CA (Certificate Authority).

Certificate Authority, adalah sebuah lembaga yang memiliki tugas memvalidasi sertifikat ssl, jadi alurnya kira-kira seperti ini misal web saya dapat diakses lewat https, pertama saya buat sertifikat SSL nya dulu. lalu sertifikat SSL tadi di kirim ke CA untuk di validasi, nah hasil validasinya nanti dikirim ke saya,  tinggal pasang aja sertifikat yg sudah tervalidasi tadi.
Berhubung ini cuma lokal kita gak perlu daftar ke lembaga CA yang ada di internet cukup kita sendiri yang akan bertindak sebagai Lembaga CAnya.

A. Konfigurasi CA

     
1. kita buat dulu folder untuk menampung sertifikatnya nanti, bebas mau di buat dimana. contoh saya buat di direktori /etc/apache2/ssl.
# mkdir /etc/apache2/ssl/cert
# mkdir /etc/apache2/ssl/cert/crt
# mkdir /etc/apache2/ssl/cert/csr
# mkdir /etc/apache2/ssl/cert/key

2. Kita copy openssl.cnf ke direktori CA kita.
# cp /etc/ssl/openssl.cnf /etc/apache2/ssl/cert

3. Kita edit dir dan certs di bagian CA_default di file openssl.cnf tadi. Atur ke direktori CA yg dibuat tadi.
















4. Selanjutnya kita buat file index.txt, crlnumber, dan serial di direktori CA tadi. Jangan lupa isi crlnumber dan serial dengan angka 00
# touch index.txt crlnumber serial
# echo 00 > crlnumber
# echo 00 > serial

5. Selanjutnya kita buat key untuk sertifikat SSL CA kita.
# openssl genrsa -out key/CA.key

6. Lalu kita buat sertifikat CAnya.
# openssl req -new -config openssl.cnf -days 365 -x509 -key key/CA.key -out crt/CA.crt

Country Name (2 letter code) [AU]:ID
State or Province Name (full name) [Some-State]:Jawa Timur
Locality Name (eg, city) []:Magetan
Organization Name (eg, company) [Internet Widgits Pty Ltd]:lks
Organizational Unit Name (eg, section) []:lks

B. Konfigurasi Sertifikat SSL web kita

1. Kita buat key untuk Sertifikat ssl web kita.
# openssl genrsa -out key/lks.key

2. Kita buat sertifikat ssl nya.
# openssl req -new -key key/lks.key -out csr/lks.csr

Country Name (2 letter code) [AU]:ID
State or Province Name (full name) [Some-State]:Jawa Timur
Locality Name (eg, city) []:Magetan
Organization Name (eg, company) [Internet Widgits Pty Ltd]:lks
Organizational Unit Name (eg, section) []:lks
Common Name (e.g. server FQDN or YOUR name) []:lks.net
Email Address []:

 3. Tinggal kita validasikan sertifikat web kita ke CA tadi.
# openssl x509 -req -in csr/lks.csr -days 365 -CA crt/CA.crt -CAkey key/CA.key -set_serial 01 -out crt/lks.crt
 

C. Konfigurasi HTTPS

1. kita aktifkan dulu module ssl
# a2enmod ssl

2. tambahkan baris berikut di bagian bawah file default-ssl.conf
# cd /etc/apache2/sites-enabled/
# nano default-ssl.conf


SSLEngine On
SSLCertificateFile /etc/apache2/ssl/cert/crt/lks.crt
SSLCertificateKeyFile /etc/apache2/ssl/cert/key/lks.key
ServerName lks.net
DocumentRoot /var/www/html/
 

D. Import Sertifikat CA tadi ke browser client

1. Kirim file CA.crt yang beradi di direktori /cert/crt ke client. bisa menggunakan smaba, sftp, scp, atau ftp.
2. tinggal import di web browser client. contoh disini saya menggunakan firefox
3. tulis di url about:preferences#privacy
4. scroll ke paling bawah lalu tambahkan CA.crt tadi.














5. ceklis semua kolom
6. Tinggal test aja pastikan ada gembok hijau disamping kiri bar url.










Konfigurasi FTP Server (PureFTPd) di Linux Server

http://nixway.org/images/posts/2016-11-15/debian+pure-ftpd+mysql.png

Sebelumnya saya pernah membuat dokumentasi Installasi FTP Server (ProFTPd) di Debian 8.6 . Sekarang saya akan membuat FTP server menggunakan PureFTPd.

1. Disini saya menggunakan debian server versi 8.6, Pertama install terlebih dahulu PureFTPd.
# apt-get install pure-ftpd

*saya menggunakan repositori dari kambing.ui.ac.id

2. Konfigurasi PureFTPd
Kongfigurasi PureFTPd terletak di direktori /etc/pure-ftpd/conf. Kita tinggal membuat sebuah file dengan nama konfigurasi yang dimaksud lalu memberi isi yes atau no.
Contoh konfigurasi basic security PureFTPd :

echo "yes" > /etc/pure-ftpd/conf/Daemonize
echo "yes" > /etc/pure-ftpd/conf/NoAnonymous
echo "yes" > /etc/pure-ftpd/conf/ChrootEveryone
echo "yes" > /etc/pure-ftpd/conf/IPV4Only
echo "yes" > /etc/pure-ftpd/conf/ProhibitDotFilesWrite

Keterangan :
Daemonize = Menjalankan Pure-FTPd secara daemon (berjalan secara otomatis dibelakang user).

NoAnonymous = disable Anonymous logins.

ChrootEveryone = Menempatkan semua user di direktori home.

IPV4Only = Hanya memberi akses kepada jaringan ipv4.

ProhibitDotFilesWrite = Dilarang mengedit file dengan tanda "." (titik) sebagai ekstensi.

Beberapa contoh konfigurasi yang dapat dilakukan :

echo ‘yes’ > BrokenClientsCompatibility
echo ’50’ > MaxClientsNumber
echo ‘5’ > MaxClientsPerIP
echo ‘no’ > VerboseLog
echo ‘yes’ > DisplayDotFiles
echo ‘yes’ > NoChmod
echo ‘no’ > AnonymousOnly
echo ‘no’ > PAMAuthentication
echo ‘no’ > UnixAuthentication
echo ‘/etc/pure-ftpd/pureftpd.pdb’ > PureDB
echo ‘yes’ > DontResolve
echo ’15’ > MaxIdleTime
echo ‘2000 8’ > LimitRecursion
echo ‘yes’ > AntiWarez
echo ‘no’ > AnonymousCanCreateDirs
echo ‘4’ > MaxLoad
echo ‘no’ > AllowUserFXP
echo ‘no’ > AllowAnonymousFXP
echo ‘no’ > AutoRename
echo ‘yes’ > AnonymousCantUpload
echo ‘yes’ > NoChmod
echo ’80’ > MaxDiskUsage
echo ‘yes’ > CustomerProof
echo ‘0’ > TLS

3. Untuk melakukan pengujian bisa menggunakan filezilla atau langsung lewat browser. Jangan lupa untuk melakukan restart service PureFTPd.

4. Konfigurasi dengan SSL/TLS

A. Kita buat SSL Certificate nya terlebih dahulu.

# openssl req -x509 -nodes -newkey rsa:2048 -keyout /etc/ssl/private/pure-ftpd.pem -out /etc/ssl/private/pure-ftpd.pem -days 365

Contoh :


B. Memasang SSL/TLS Certificate yang telah dibuat

echo "2" > /etc/pure-ftpd/conf/TLS

Sekarang restart service PureFTPd nya. Lakukan pengujian dengan Filezilla

https://websiteforstudents.com/wp-content/uploads/2017/09/vsftpd_ubuntu_ssl_setup.png




https://websiteforstudents.com/wp-content/uploads/2018/01/vsftpd_ubuntu_install_1.png

https://websiteforstudents.com/wp-content/uploads/2018/01/vsftpd_ubuntu_install_2.png

Semoga bermanfaat.





Filter User Login SSH


https://www.ssh.com/s/ssh-tunneling-3138x956-4zmvrU8b.png

Filter ini bertujuan untuk memberi akses login hanya kepada user yang telah diijinkan, selain user tersebut maka akses login akan di deny oleh SSH.

1. kita ubah konfigurasi Authentication ssh yang berada di direktori /etc/ssh. Perhatikan garis merah.
Sebelum :

Sesudah :

Hanya perlu tambahkan baris "AllowUsers [user]" sesuaikan dengan user masing-masing.

2. Lakukan Restart service ssh.
#service ssh restart

3. Uji dengan login mengunakan ssh.
Login menggunakan user banana :

Login menggunakan user nur :

Semoga bermanfaat

Disable Root Login SSH

https://www.ssh.com/s/ssh-tunneling-3138x956-4zmvrU8b.png

Tujuan dari Disable Root Login ssh adalah tidak memberi ijin ketika ada koneksi masuk melalui ssh menggunakan user root. Apabila ada orang yang tidak bertanggung jawab login menggunakan user root untuk login lewat ssh, sederhananya dia tidak akan bisa maka dia harus menggunakan user biasa untuk login yang hanya memiliki permission terbatas.

1. kita ubah konfigurasi Authentication ssh yang berada di direktori /etc/ssh. Perhatikan garis merah.

Sebelum :

Sesudah :

2. Lakukan Restart service ssh.
#service ssh restart

3. Uji dengan login mengunakan ssh.

Login dengan root :





Login dengan user biasa :

Semoga bermanfaat






Merubah Default Port SSH Linux Server

https://www.ssh.com/s/ssh-tunneling-3138x956-4zmvrU8b.png

Merubah default port SSH bertujuan untuk memberi keamanan lebih terhadap akses ke server melalui ssh. Jika kita menggunakan port default tersebut, ada kemungkinan orang-orang yang tidak bertanggung jawab membobol server kita, karena semua orang tahu pasti bahwa port default yang digunakan SSH adalah 22. Untuk itu, sangat disarankan merubah port default SSH dengan alasan keamanan.

Note :
Port default : 22
Port baru : 46 (bisa diganti)

1. Pastikan port baru yang akan digunakan ssh belum digunakan oleh service lain. Cek terlebih dahulu ketersediaan port tersebut.


Apabila tidak muncul apapun berarti port tersebut belum digunakan oleh service yang lain.

2. Selanjutnya kita ubah konfigurasi ssh yang berada di direktori /etc/ssh. Perhatikan garis merah.

Sebelum :

Sesudah :

3. Lakukan Restart service ssh.
#service ssh restart

4. Uji dengan login mengunakan ssh.
#ssh [ip/dns server] -l [user] -p [port]

Semoga bermanfaat.

Mengubah Default URL phpmyadmin

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS5kCXPzYpFSMl8rkEjO7AoVEedmGTSyO4-ww5_CqVVt0EMpteSDyJduoh0M9HIHy0jS2nz8AiiDCCtF58OJiNSc-AWg7q5I15p6S17c7J3Td455aILS_s3iUN1C1qd0HFwAoY3YXP4YE/s1600/pma-logo.jpg 


           Tujuan dari mengubah URL default phpmyadmin adalah memberi keamanan lebih terhadap panel login ke database server, langsung saja


1. Buka konfigurasi apache.conf di direktori /etc/phpmyadmin.


2. Ubah seperti gambar berikut

- Sebelum :

- Sesudah :

Perhatikan baris "Alias".

3. lalu restart service apache2
#service apache2 restart

4. cek kembali URL phpmyadmin apakah sudah berubah.

URL Default :

URL baru :

Semoga bermanfaat