Tampilkan postingan dengan label Hardening. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardening. Tampilkan semua postingan

Filter User Login SSH


https://www.ssh.com/s/ssh-tunneling-3138x956-4zmvrU8b.png

Filter ini bertujuan untuk memberi akses login hanya kepada user yang telah diijinkan, selain user tersebut maka akses login akan di deny oleh SSH.

1. kita ubah konfigurasi Authentication ssh yang berada di direktori /etc/ssh. Perhatikan garis merah.
Sebelum :

Sesudah :

Hanya perlu tambahkan baris "AllowUsers [user]" sesuaikan dengan user masing-masing.

2. Lakukan Restart service ssh.
#service ssh restart

3. Uji dengan login mengunakan ssh.
Login menggunakan user banana :

Login menggunakan user nur :

Semoga bermanfaat

Disable Root Login SSH

https://www.ssh.com/s/ssh-tunneling-3138x956-4zmvrU8b.png

Tujuan dari Disable Root Login ssh adalah tidak memberi ijin ketika ada koneksi masuk melalui ssh menggunakan user root. Apabila ada orang yang tidak bertanggung jawab login menggunakan user root untuk login lewat ssh, sederhananya dia tidak akan bisa maka dia harus menggunakan user biasa untuk login yang hanya memiliki permission terbatas.

1. kita ubah konfigurasi Authentication ssh yang berada di direktori /etc/ssh. Perhatikan garis merah.

Sebelum :

Sesudah :

2. Lakukan Restart service ssh.
#service ssh restart

3. Uji dengan login mengunakan ssh.

Login dengan root :





Login dengan user biasa :

Semoga bermanfaat






Merubah Default Port SSH Linux Server

https://www.ssh.com/s/ssh-tunneling-3138x956-4zmvrU8b.png

Merubah default port SSH bertujuan untuk memberi keamanan lebih terhadap akses ke server melalui ssh. Jika kita menggunakan port default tersebut, ada kemungkinan orang-orang yang tidak bertanggung jawab membobol server kita, karena semua orang tahu pasti bahwa port default yang digunakan SSH adalah 22. Untuk itu, sangat disarankan merubah port default SSH dengan alasan keamanan.

Note :
Port default : 22
Port baru : 46 (bisa diganti)

1. Pastikan port baru yang akan digunakan ssh belum digunakan oleh service lain. Cek terlebih dahulu ketersediaan port tersebut.


Apabila tidak muncul apapun berarti port tersebut belum digunakan oleh service yang lain.

2. Selanjutnya kita ubah konfigurasi ssh yang berada di direktori /etc/ssh. Perhatikan garis merah.

Sebelum :

Sesudah :

3. Lakukan Restart service ssh.
#service ssh restart

4. Uji dengan login mengunakan ssh.
#ssh [ip/dns server] -l [user] -p [port]

Semoga bermanfaat.

Konfigurasi Web Server Authentication on Debian Server

https://tr4.cbsistatic.com/hub/i/r/2018/02/06/29b22de8-8798-4513-9af7-e532825e3de6/resize/770x/594f3097021310fcb6f985c72742a5ea/debianhero.jpg

Kembali lagi kita membahas masalah keamanan, kemarin saya sempat memposting artikel Disable Signature Apache Debian Server yang membahas tentang bagaimana menyembunyikan informasi server kita. Disini saya akan melakukan konfigurasi web authentication (web login) pada dasarnya siapapun yang akan mengunjungi atau melihat isi tampilan dari website server kita maka diwajibkan terlebih dahulu melakukan authentication user dan password. Langsung saja kita coba melakukan konfigurasi ini di web.nur.net (website lokal saya) :

1. Sebelumnya saya sudah membuat subdomain web.nur.net untuk rincian subdomainnya bisa dilihat di artikel http://www.tkj-skanet.tk/2017/11/konfigurasi-subdomain-virtualhost-di.html

2. Kita buat file konfigurasi auth-basic.conf di direktori /etc/apache2/sites-available/.

(sesuaikan direktori masing-masing)
AuthType Basic
AuthName "Basic Authentication"
AuthUserFile /etc/apache2/.htpasswd
require valid-user



3. Selanjutnya kita tambahkan user authentication.

# htpasswd -c /etc/apache2/.htpasswd nur

note : gunakan parameter "-c" pada saat pertama kali membuat user. Jangan tambahkan "-c" pada pembuatan user ke 2.

4. Kita enable file auth-basic.conf.

# a2ensite auth-basic.conf

5. Lakukan reload dan restart apache.

# service apache2 reload && service apache2 restart

6. Lakukan pengecekan dengan mengakses web tadi.



Sekian semoga bermanfaat dan selamat mencoba


Disable Signature Apache Debian Server


Kenapa kita perlu mendisable signature apache ?


kita akan membahas tentang keamanan web server paling dasar yang bisa kita lakukan. Yaitu mencegah web server memberikan informasi tentang sistem operasi server, aplikasi web server dan versi yang digunakan. Karena memberikan informasi tersebut ke orang lain akan mempermudah orang lain menentukan tool-tool yang bisa digunakan untuk membobol server kita. Jadi alasan keamananlah yang mewajibkan kita melakukan disable signature apache ini.

Langsung saja :

1. Sebelumnya saya sudah membuat subdomain (virtualhost) web.nur.net, dan ini tampilan default sebelum signature apachenya kita sembunyikan nanti. Untuk konfigurasi subdomain (virtualhost) bisa dilihat disini


2. Kita tambahkan perintah "ServerSignature Off" pada file apache2.conf. Cek gambar agar lebih jelas.


3. Lakukan restart apache2, dan lihat kembali melalui web browser.


Tara Signature apache behasil dihilangkan
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat


Pencegahan Serangan Bruteforce Terhadap RouterBoard Mikrotik


Apa itu Brute Force ?

Brute Force adalah suatu serangan yang dapat meningkatkan resource cpu secara drastis, karena mencoba seluruh kemungkinan kata yang telah dikumpiulkan oleh si penyerang. Metode yang digunakan Brute Force ini cukup Kompleks dengan mencoba seluruh kata yang telah diatur untuk melakukan proses authentikasi secara cepat (tergantung jumlah wordlist). Proses keberhasilan metode ini tergantung dari kata yang berhasil di kumpulkan si penyerang.

Langkah Pengamanan Brute Force di RouterBoard Mikrotik


Contoh log files Mikrotik yang diserang metode bruteforce :


Diatas adalah contoh serangan Brute Force yang ditujukan untuk menjebol routerboard melalui protokol ssh.

Penanganan Brute force dengan mendisable service

1. Disable Service ssh


2. Disable service ftp


3. Disable service telnet


Penanganan Serangan Brute Force dengan Firewall
Cara ini digunakan apabila masih mebutuhkan service-service diatas tanpa melakukan disable. Cara ini cukup efektif untuk melakukan blok terhadap serangan brute force.

Filter rules anti brute force
/ip firewall filter
add action=drop chain=input comment=”drop ftp brute forcers” dst-port=21 \
protocol=tcp src-address-list=ftp_blacklist
add chain=output content=”530 Login incorrect” dst-limit=1/1m,9,dst-address/1m \
protocol=tcp
add action=add-dst-to-address-list address-list=ftp_blacklist \
address-list-timeout=3h chain=output content=”530 Login incorrect” protocol=\
tcp
add action=drop chain=input comment=”drop ssh brute forcers” dst-port=22 \
protocol=tcp src-address-list=ssh_blacklist
add action=add-src-to-address-list address-list=ssh_blacklist \
address-list-timeout=1w3d chain=input connection-state=new dst-port=22 \
protocol=tcp src-address-list=ssh_stage3
add action=add-src-to-address-list address-list=ssh_stage3 address-list-timeout=\
1m chain=input connection-state=new dst-port=22 protocol=tcp \
src-address-list=ssh_stage2
add action=add-src-to-address-list address-list=ssh_stage2 address-list-timeout=\
1m chain=input connection-state=new dst-port=22 protocol=tcp \
src-address-list=ssh_stage1
add action=add-src-to-address-list address-list=ssh_stage1 address-list-timeout=\
1m chain=input connection-state=new dst-port=22 protocol=tcp

Pada dasarnya alur dari firewall yang telah di buat adalah, jika ada yang coba coba masuk via SSH IP yang mencoba masuk ke router mikrotik secara berkali kali otomatis akan masuk ke address yang telah di buat tadi “address-list=ssh_blacklist da nip ip tersebut akan secara otomatis di drop, jadi tidak akan bisa lagi bertingkah yang tidak tidak dengan mikrotik yang kita miliki

Bagitu juga dengan yang lain, jika ada yang coba coba brute force masuk via FTP, maka firewall akan mendeteksi dan akan memasukkan sumber IP yang coba coba brute force ke address list dan otomatis akan di drop. Rull nya ada di “ address-list=ftp_blacklist.

Source : Ebook Prevention Login Brute Force Mikrotik